Wednesday, September 1, 2010

Pulau Barrang Caddi

Pulau ini terletak di sebelah timur P. Barranglompo, berbentuk memanjang timurlaut – baratdaya, dengan luas 4 ha. Berjarak 11 km dari Makassar dan termasuk pulau yang padat penduduknya, dengan jumlah 1263 jiwa. Mayoritas penduduknya bekerja sebagai nelayan tradisional, hal ini tercermin dari peralatan tangkap yang mereka gunakan masih sederhana, seperti bubu, pancing, rengge, dan lepa-lepa.

Fasilitas umum yang tersedia berupa instalasi listrik, penyaringan air laut menjadi air tawar (bantuan jepang) dan sebuah dermaga di sisi barat pulau ini. Untuk kesehatan, dapat dijumpai 1 Puskesmas Pembantu dan 1 Posyandu dengan seorang tenaga kesehatan dan seeorang dukun terlatih, sedangkan untuk pendidikan, terdapat Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama. Tersedia sarana transportasi reguler dari Makassar dengan biaya Rp. 6.000 per orang sekali jalan. Kedalaman perairan disekitar pulau ini umumnya besar dari 25 meter, sehingga menjadi bagian dari alur pelayaran masuk-keluar Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar.

Konsep zonasi sudah diterpkan pada pemanfaatan ruang laut di perairan pulau ini. Seperti pada perairan sisi baratnya, merupakan daerah perlindungan yang dibagi atas beberapa zona, antara lain zona yang paling dekat dengan pulau disebut zona inti dan yang kearah laut lepas merupakan zona penyangga yang dicanangkan sekitar bulan Desember 2003 lalu. Kegiatan ini juga, merupakan usaha perlindungan terhadap ekosistem terumbu karang disekitar pulau Barrang Caddi yang diinisiatif oleh forum kemitraan bahari Sulaweai Selatan.

Obyek wisata budaya yang menarik di pulau ini adalah mengunjungi tempat pembuatan perahu tradisional pada sisi barat pulau ini, ataukah hanya sekedar melihat kehidupan sehari-hari masyarakat P. Barrang Caddi. Kalau kita beruntung, maka kita dapat menjumpai upacara penurunan kapal (apparoro), atau upacara pembuatan rumah atau kegiatan mesyarakat duduk bersama untuk membicarakan suatu hal.

Pada beberapa spot, kehidupan kondisi terumbu karangnya dijumpai dalam kondisi baik, beberapa spesies karang dan ikan perairan bagian barat. Tempat ini juga menarik bagi mereka yang hanya sekedar untuk melakukan snorking, walaupun sebagian karangnya ikut hancur akibat eksploitasi yang tidak ramah lingkungan.

No comments: