Film merupakan sebuah perkembangan lanjutan dari fotografi. Pada tahun 1826, Joseph Nicephore Niepce seorang yang berkebangsaan Perancis berhasil membuat campuran perak untuk menciptakan gambar pada sebuah lempengan timah yang tebal. Campuran perak pada lempengan gambar tersebut mampu menampakkan gambar setelah disinari selamabeberapa jam. Penemuan tersebut merupakan apa yang sekarang ini kita kenal sebagai fotografi.
Fotografi kemudian mendapatkan penyempurnaan-penyempurnaan. Berkembangnya fotografi pada waktu itu, membuat para ilmuan berpikir untuk menciptakan sebuah teknologi yang bisa menangkap gambar hidup. Thomas Alfa Edison, Auguste Lumiere dan Louis Lumiere, Adalah tiga orang yang merupakan otak dari penemuan teknologiyang mampu menangkap gambar hidup atau yang lebih kita kenal sebagai film.
Pada tahun 1887, Thomas Alfa Edison yang merupakan ilmuan asala Amerika Serikat merancang sebuah alat yang mampu merekam dan memproduksi gambar. Alat itu memiliki fungsi yang mirip dengan fonograf atau piringan hitam untuk suara yang peernah diciptakannya. Meskipun mampu menemukan mekanisme, tapi sang penemu lampu listrik ini belum menemukan bahan dasar untuk membuat gambar. Masalah tersebut akhirnya terpecahkan berkat bantuan Geogre Eastman yang menawarkan padanya gulungan pita seluloid, mirip plastikyang tembus pandang dan mudah digulung.
Thomas Alfa Edison, akhirnya menciptakan sebuah alat yang disebut kineteskop. Bentuknya menyerupai kotak yang memiliki lubang. Dari lubang tersebut orang bisa melihat sebuah pertunjukan. Pertunjukan pertama kineteskop berlangsung di kota New York, tahun 1894. Para pengunjung disuguhkan dengan tontonan beberapa fragmen tinju dan sketsa hiburang, kurang dari satu menit.
Penemuan ini segera populer di kota New York dan mulai menyebar ke luar negeri. Penemuan ini sampai pada kakak-beradik, Auguste Lumiere dan Louis Lumiere atau yang lebih di kenal dengan sebutan Lumiere Bersaudara dan berasal dari Perancis. Mereka berpikir kemungkinan untuk menciptakan film-film mereka sendiri pada alat kineteskop. Tidak itu saja, mereka juga merancang perkembangan kineteskop, berupa piranti yang mengkombinasikan, kamera, alat memproses film dan proyektor menjadi satu.
Lumiere Bersaudara berhasil menciptakan piranti yang disebut, sinematograf. Temuan ini kemudian dipatenkan pada bulan Maret, 1895. mekanisme gerakan sinematograf ini merupakan sebuah keunggulan, yang mana gerakan tersebut memungkinkan sebuah frame dari film yang diputar akan berhenti sesaat untuk disinari lampu proyektor. Hasilnya proyeksi tidak tampak berkedip-kedip.
Penemuan ini merupakan awal dari sejarah panjang film. Seiring dengan perkembangan zaman, film-pun mengalami perkembangan. Ditambah lagi dengan perkembangan teknologi modern yang mendukung. Pada mulanya dikenal film hitam-putih tanpa suara. Kemudian teknologi film mampu menciptakan film yang bersuara pada akhir tahun 1920-an, dan disempurnakan menjadi film berwarna pada tahun 1930-an.
Fotografi kemudian mendapatkan penyempurnaan-penyempurnaan. Berkembangnya fotografi pada waktu itu, membuat para ilmuan berpikir untuk menciptakan sebuah teknologi yang bisa menangkap gambar hidup. Thomas Alfa Edison, Auguste Lumiere dan Louis Lumiere, Adalah tiga orang yang merupakan otak dari penemuan teknologiyang mampu menangkap gambar hidup atau yang lebih kita kenal sebagai film.
Pada tahun 1887, Thomas Alfa Edison yang merupakan ilmuan asala Amerika Serikat merancang sebuah alat yang mampu merekam dan memproduksi gambar. Alat itu memiliki fungsi yang mirip dengan fonograf atau piringan hitam untuk suara yang peernah diciptakannya. Meskipun mampu menemukan mekanisme, tapi sang penemu lampu listrik ini belum menemukan bahan dasar untuk membuat gambar. Masalah tersebut akhirnya terpecahkan berkat bantuan Geogre Eastman yang menawarkan padanya gulungan pita seluloid, mirip plastikyang tembus pandang dan mudah digulung.
Thomas Alfa Edison, akhirnya menciptakan sebuah alat yang disebut kineteskop. Bentuknya menyerupai kotak yang memiliki lubang. Dari lubang tersebut orang bisa melihat sebuah pertunjukan. Pertunjukan pertama kineteskop berlangsung di kota New York, tahun 1894. Para pengunjung disuguhkan dengan tontonan beberapa fragmen tinju dan sketsa hiburang, kurang dari satu menit.
Penemuan ini segera populer di kota New York dan mulai menyebar ke luar negeri. Penemuan ini sampai pada kakak-beradik, Auguste Lumiere dan Louis Lumiere atau yang lebih di kenal dengan sebutan Lumiere Bersaudara dan berasal dari Perancis. Mereka berpikir kemungkinan untuk menciptakan film-film mereka sendiri pada alat kineteskop. Tidak itu saja, mereka juga merancang perkembangan kineteskop, berupa piranti yang mengkombinasikan, kamera, alat memproses film dan proyektor menjadi satu.
Lumiere Bersaudara berhasil menciptakan piranti yang disebut, sinematograf. Temuan ini kemudian dipatenkan pada bulan Maret, 1895. mekanisme gerakan sinematograf ini merupakan sebuah keunggulan, yang mana gerakan tersebut memungkinkan sebuah frame dari film yang diputar akan berhenti sesaat untuk disinari lampu proyektor. Hasilnya proyeksi tidak tampak berkedip-kedip.
Penemuan ini merupakan awal dari sejarah panjang film. Seiring dengan perkembangan zaman, film-pun mengalami perkembangan. Ditambah lagi dengan perkembangan teknologi modern yang mendukung. Pada mulanya dikenal film hitam-putih tanpa suara. Kemudian teknologi film mampu menciptakan film yang bersuara pada akhir tahun 1920-an, dan disempurnakan menjadi film berwarna pada tahun 1930-an.
No comments:
Post a Comment